top of page

Resensi Buku Iblis menggugat Tuhan : The Madness of God


Oleh: Galih Hermawan


Identitas Buku: Judul Buku :

Iblis Menggugat Tuhan: The Madness of God

Pengarang : Shawni Alih

Bahasa : Indonesia

Penerbit : Dastan Books

Cetakan : I, Oktober 2013

Tempat Terbit : Jakarta

Tebal Buku : 276 Halaman

Genre : Fiksi ISBN : 978-602-247-126-4

Harga : 70,000

Sinopsis

Kau bilang Adam berdosa gara-gara hasutanku? Kalau begitu, atas hasutan siapa aku melakukan dosa? Aku sebenarnya melakukan apa yang Dia perintahkan, dan aku sepenuhnya patuh pada keinginan Allah. Mau bagaimana lagi? Tak ada ruang yang luput dari kuasa-Nya. Aku bukanlah tuan bagi keinginanku sendiri. Aku menyembah Allah selama 700 ribu tahun! Tak ada tempat tersisa di langit dan bumi di mana aku tak menyembah-Nya. Setiap hari aku berkata pada-Nya, “Ya Allah, anak keturunan Adam menolak-Mu, namun Engkau tetap bermurah hati dan meninggikan mereka. Tapi aku, yang mencintai dan memuja-Mu dengan pemujaan yang benar, Engkau buat menjadi hina dan buruk rupa.” Lihatlah segala penderitaan dan kesengsaraan yang telah ditimpakan-Nya atas dunia ini. Lihatlah betapa Monster itu melakukan semuanya hanya untuk menghibur diri! Jika ada yang terlihat murni, dibuat-Nya jadi sampah! Dia tidak lebih dari sekedar Badut dan Pesulap Murahan, Pembohong Gila! Dan kegilaanNya masih terus membuatku lebih gila lagi!

Resensi Buku

Buku fiksi yang berjudul “Iblis Menggugat Tuhan: The Madness of God” sangatlah menarik untuk dibaca bagi penyuka para “pencari Tuhan”. Buku yang sangat berani dituliskan oleh Shawni yang menyinggung konsep keasaan Tuhan ditambah sifat atribut seperti layaknya manusia biasa contoh, sifat penyayang, berubah ketika memandang tuhan menjadi “Maha”. Buku ini mungkin akan susah atau bahkan berbahaya, jika pembaca yang masih awam tentang pengetahuan agama masih minim disarankan berhati-hati untuk memahami tiap tulisan. Buku ini memiliki dua tema yang berbeda, “The Madness of God”tentang perjalanan seseorang pendeta Kristen yang bernama Buhairah yang pergi mencari kebenaran Tuhan yang ia anut setelah mendengar ceramah dari komunitas Marcionites yang berpaham seperti pengikut Zoroaster. Ceritanya nanti Buhairah tidak sengaja bertemu seorang calon nabi sebagai jawaban akhir dari ramalan yang ia temukan dari hasil hidupnya dipenuhi bertapa untuk mencari jawaban atas kebenaran tentang keesaan Tuhan. Iblis sebagai tokoh selanjutnya, akan menjawab dan memberikan jawaban Buhairah dari hasil pengabdianya Tuhan selama 700 ribu tahun. Isi bagian pertama sangat menarik, kamu akan diajak melihat Iblis berdebat dengan Buhairah membahas bagaimana sosok “Tuhan” mereka yang sebenarnya. Judul yang kedua “The Men Who Have The Elephant”, menceritakan kisah klasik kelahiran Nabi Muhammad yang sudah diceritakan ribuan buku.

Kelebihan Buku

Buku ini menawarkan konsep keesaan yang jarang dibahas oleh para agamawan, bahkan mungkin sedikit yang mengikuti pemikirannya. Kamu akan dituntun oleh sang penulis tentang dunia yang penuh dengan pertanyaan, dunia yang saling berlawanan. Pertanyaan yang sering kamu tanyakan tentang Tuhan, bisa saja kamu temukan dibuku ini. Konsep yang ditawarkan buku ini terbilang cukup mudah dipahami bagi orang awam yang mencari pertanyaan tentang konsep keesaaan.

Kekurangan Buku

Konsep tentang keesaan tuhan yang berfokus kepada arti dari “Tuhan” bisa membuat para pembaca yang tidak waspada atau orang awam yang mudah terpengaruh untuk disarankan membaca buku ini dengan hati-hati, begitu juga kaum konservatif fundamental yang sensitif terhadap tafsiran yang menurutnya berbeda bahkan bisa saja dianggap “sesat” menurut tafsirannya. Banyak sekali kalimat-kalimat metafora yang sulit untuk memahami pada waktu tiap tokoh sedang berdialog.


 
 
 

Recent Posts

See All
Purna Abadi

oleh Atiqah Naruti yumna Di atas tanah Surakarta tahun 2018, dua anak manusia baru saja saling menjatuhkan hati. Ayumi dan Abadi....

 
 
 
Luka Tanpa Penawar

Fernanda Dwi Stasia Putri Angin malam berhembus kencang Kulihat langit sunyi tiada bintang Terlintas sebersit bayang-bayang Yang hanya...

 
 
 

Comments


Postingan: Blog2_Post

©2022 oleh Sarasati Community. Dibuat dengan Wix.com

bottom of page