Cinta di Antara Dua Jenis Makhluk Berbeda
- sscfib
- Aug 4, 2022
- 3 min read
Penulis Resensi: Dinda Tri Puspita Sari
Identitas Buku
Judul : The Traveling Cat Chronicles
Penulis : Arikawa Hiro
Penerbit : Haru
Tahun Terbit : 2019
Jumlah Halaman : 368 hlm
Persis seperti judulnya, buku ini mengisahkan tentang petualangan seekor kucing yang penuh kronik. Berawal dari Satoru, ia adalah lelaki pecinta kucing yang dipertemukan secara tidak sengaja dengan kucing liar yang biasa beristirahat di atas mobil wagon perak miliknya. Pertemuan mereka, membuat Satoru dan kucing yang diberi nama Nana itu menjadi sudah selayaknya partner hidup.
"Aku adalah kucing satu-satunya milik Satoru dan Satoru adalah satu-satunya partnerku."
(hlm.340)
Kebersamaan mereka yang sudah terjalin hingga kurang lebih 5 tahun, tidak dapat dilanjutkan. Satoru harus segera mencari seseorang yang bersedia mengadopsi Nana. Itu semua disebabkan ada satu masalah yang membuat Satoru tidak bisa merawat Nana lagi. Akhirnya pun petualangan itu dimulai. Satoru menghubungi beberapa teman lamanya yang juga menyukai hewan. Berharap mereka bisa mengadopsi Nana.
Pembelajaran tentang hubungan anak dengan orang tua, harmonisasi, dan kasih sayang.
Satoru menemui teman masa SD nya, yaitu Kousuke. Berharap Nana bisa dirawat olehnya yang juga pecinta kucing. Di dalamnya mereka bernostalgia, tentang kehidupan Satoru dan kedua orang tuanya, serta keluarga besar Satoru. Sejak kecil tokoh Satoru sudah banyak ditimpa kemalangan.
Sedang Kousuke harus dihadapkan dengan orang tua yang kaku dan menuntut. Bahkan masalahnya dengan ayahnya terus berlanjut hingga dirinya sudah menikah seperti sekarang. Kedatangan Nana dan Satoru akhirnya menjadi jalan keluar bagi masalah Kousuke dengan ayahnya. Kousuke mulai menerima semua takdirnya.
Mengajarkan kita bagaimana menjalani hubungan pertemanan yang baik. Serta saling
menjaga perasaan teman
Bertemu dengan kawan lama yang berikutnya yaitu, Yoshimine, serta Sugi dan Chikako. Waktu berbalik tentang kenangan Satoru bersama mereka dahulu.
Bagaimana Satoru harus mengahadapi orang-orang baru, terutama anak seperti Yoshimine yang agak berbeda dari teman sekelas lainnya. Sampai akhirnya Satoru menyadari bahwa keluarga bukan saja terpaut dengan ikatan darah, tapi tentang siapa yang memberi kita tempat untuk pulang serta menerima kita apa adanya, mereka juga keluarga.
Pertemanan segitiga antara Satoru, Sugi, dan Chikako membuat mereka harus mengerti perasaan satu sama lain. Tidak saling menyakiti dan terus saling memberi dukungan. Di sisi lain, Nana pun senang mendengar kisah lama Satoru dalam perjalanannya ini.
Kesetiaan yang luar biasa antara kucing dan manusia
Namun sayang, hingga di akhir pertemuan Satoru dengan kawan lamanya yang ia pikir bisa mengadopsi Nana, pada akhirnya tidak ada yang mampu membuat Nana nyaman, kecuali tetap bersama Satoru. Meski gagal menemukan perawat baru bagi Nana, Satoru senang bisa berkeliling menikmati keindahan Jepang bersama kucingnya tersebut, sebelum mereka benar-benar berpisah.
Pada akhirnya, dengan bibi Satoru-lah Nana akan tinggal. Meski bibinya itu belum terbiasa hidup dengan kucing. Namun Satoru mempercayainya bahwa ia mampu menjaga Nana, sebab bibi Satoru sendiri yang sudah menjadi walinya sejak kecil.
Kisah novel ini memang berakhir dengan emosi kesedihan, haru, dan juga kehangatan. Buku ini cocok untuk kalian yang tengah punya masalah dengan orang tua atau keluarga, untukmu yang ingin mengenang masa-masa indah pertemanan di sekolah, untukmu para pecinta hewan peliharaan, terkhusus seekor kucing, untukmu yang suka membaca genre slice of life dan drama, untukmu yang ingin membaca novel mengandung bawang, untukmu yang ingin terhibur dengan pembawaan sudut pandang kucing dan anak kecil, untukmu yang lebih ingin mengenal apa itu cinta dan kasih sayang, dan untukmu yang rindu atau ingin terbawa suasana berkeliling Jepang.
Novel ini pun telah diadaptasi ke dalam film berbahasa Jepang seperti asal novel ini ditulis. Film dirilis pada tahun 2018 yang disutradarai oleh Koichiro Miki. Dibintangi oleh tokoh utama Sota Fukushi sebagai Satoru. Filmnya pun tidak kalah menarik dan mampu menyampaikan pesan yang sama dengan novel.




Comments