top of page

Luka Tanpa Penawar

Fernanda Dwi Stasia Putri


Angin malam berhembus kencang

Kulihat langit sunyi tiada bintang

Terlintas sebersit bayang-bayang

Yang hanya dapat dikenang

 

Dulu begitu indah

Setiap rasa yang kau beri terasa indah merekah

Sekarang hanyalah rasa gelisah juga gundah

Kenangan menjadi hambatan untuk terciptanya langkah

 

Kenangan indah terasa amat menyedihkan,

Karena mustahil terulangkan

Aku ingin lepas dari bayangan

Meski yang kugenggam hanya kenangan

 

Sampai aku sadari bahwa

Kau hadir hanya untuk menghibur luka

Aku terjebak di dalamnya, dan kau malah keluar

Serta meninggalkanku luka tanpa penawar

 

Magetan, 28 Januari 2022



Fernanda Dwi Stasia Putri, lahir di Magetan 3 Juli 2003. Sekarang sedang kuliah pada Semester kedua di jurusan Sastra Jawa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Menyukai kalimat yang tersusun indah bermakna sebagai motivasi, penghibur lara juga pengingat diri.

 

 

 
 
 

Recent Posts

See All
Purna Abadi

oleh Atiqah Naruti yumna Di atas tanah Surakarta tahun 2018, dua anak manusia baru saja saling menjatuhkan hati. Ayumi dan Abadi....

 
 
 

Comments


Postingan: Blog2_Post

©2022 oleh Sarasati Community. Dibuat dengan Wix.com

bottom of page