Tak Kunjung Reda Hingga Kiamat Tiba
- sscfib
- Jun 8, 2022
- 1 min read
Indhika Rahma Nur Hafifah
Ketika malam datang mencekam
Suara misil-misil peluru pun terdengar jelas
Laksana terompet kematian terkumandangkan
Anak-anak kami menangis ketakutan
Hanya kepada-Mulah Tuhan, kami mohon perlindungan
Karena, bisingnya misil-misil ini tak kunjung reda hingga kiamat tiba
Ibu-ibu kami enggan melepas jilbab mereka
Bahkan ketika mereka mati suri
Supaya ketika tahi apimu menjatuhi tanah kami
Dan mensyahidkan ibu-ibu kami
Badan mereka akan tetap terbungkus rapi
Namun, ibu kami tak akan bisa terlelap di kala matahari sudah pergi
Karena, pertempuran ini tak kunjung reda hingga kiamat tiba
Dan, di balik gerbang pembatas di sana
Hunian mewah dengan kokohnya berdiri membusungkan dada
Masih kurang pula lebar istana megah yang kau punya
Tak malukah engkau?
Tempat yang kau pijaki kini bukan milikmu.. bukan hakmu
Untuk apa kau usir majikanmu?
Untuk apa kau bunuh majikanmu?
Untuk apa kau buat anak-anak majikanmu menangis tersiksa melihat badan ibu bapaknya berlubang akibat peluru?
Andai para pendahulumu bisa menceritakan
Nikmat air mata di liang lahat
Akankah kau bertaubat, Wahai Para Biadab?
Namun kau selalu membuat perang ini
Tak kunjung reda hingga kiamat tiba

Comments